MORE INFO      

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

highlight...

 

Kelompok BIMASAKTI merupakan satu highlight dalam Fiber Face 2 Yogyakarta 2009—yaitu sorotan khusus kepada suatu kelompok yang diharapkan bisa memberikan informasi memadai kepada publik perihal kelompok yang bersangkutan. Kisah ibu-ibu pembatik di desa Giriloyo, sengaja dipilih untuk melihat bagaimana warisan berharga masa silam, yakni seni batik tulis Jawa, secara turun-temurun dan alamiah telah dilestarikan. Mereka hidup dalam lingkungan perbukitan Imogiri (20 km dari kota Yogya). Dalam koperasi batik yang mereka bentuk dengan nama “Bimasakti” mereka terus membatik diantara kesibukan rural, tanpa terpengaruh trend, dan menggoreskan canting mereka sebagai kegiatan yang “berorientasi bathin” yang penuh dengan kesabaran, ketekunan, dan ketrampilan. Hingga kini, dari tangan-tangan mereka itu kita masih dapat menyaksikan lembar demi lembar batik, yang dianggap paling halus di wilayahnya.

 

 

Batik-batik Bimasakti dalam pameran Fiber Face 2 Yogyakarta 2009, mendapatkan banyak perhatian dari para pengunjung. (doc.ivaa)

   

 

BIMASAKTI adalah koperasi wanita di desa Giriloyo yang didirikan pada tahun 1982. Koperasi ini mewakili wanita yang bekerjasama dalam industri batik tradisional. Melewati dana dari UNESCO pada tahun 1982, Departemen Perindustrian mengajar wanita-wanita ini cara untuk memproses kain mereka sampai menjadi bahan yang siap dijual. Dengan keahlian tersebut, mereka bisa mandiri untuk memasarkan kain mereka sendiri.

Dipimpin oleh bu Hartinah, kelompok ini dikelola oleh 8 wanita inti yang didukung sekitar 30 perajin. Mereka berkumpul secara rutin untuk memproses batik mereka bersama, disamping juga mengerjakan di rumah masing-masing. Hasilnya dijual di rumah bu Hartinah. Kunjungi: http:\\www.batikbimasakti.com

 

Keikutsertaan Kelompok Bimasakti dalam pameran Fiber Face 2 Yogyakarta ini didukung oleh Epic Foundation dan Rumah Budaya Babaran Segaragunung.

 
Copyright © 2007Babaran Segaragunung