KLIPING

KOMPAS

SEPUTAR INDONESIA

HARIAN JOGJA

KEDAULATAN RAKYAT

www.tembi.org

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   

Karya-karya seni serat dalam pameran Fiber Face 2 Yogyakarta 2009 (doc. ivaa)

SEPUTAR INDONESIA, Selasa, 6 Januari 2009

PAMERAN FIBER FACE 2 DI TAMAN BUDAYA YOGYAKARTA                
Pertemukan Batik dari Berbagai Belahan Dunia        

Sebanyak 46 orang seniman dari Indonesia dan beberapa negara asing menggelar pameran seni bertajuk “Fiber Fice 2” di Taman budaya Yogyakarta, (TBY).Seperti apa pamerannya?


FIBER art adalah seni baru dalam belantika kesenian di Indonesia. Devinisinya juga belum pasti, namun ada yang menyebutnya sebagai seni serat. Pameran dengan menggunakan tajuk ini baru mulai merebak sejak tahun 2000 di beberapa kota yang lekat dengan dinamika seni.


“Seni serat sebenarnya sudah lekat dengan tradisi kita secara turun-temurun. Bukan jenis seni rupa yang lain. Bentuknya bisa kita lihat dari patung, klose, rajut, pintalan, anyaman, songket atau apa saja yang terdiri dari bahan baku serat,”ujar koordinator pameran Fiber Fice 2, DS Priyadi. Dia mencontohkan seni tradisi anyaman dan tekstil di Nusantara sebenarnya mrupakan akar seni serat yang tak akan habios digali. Dan, memang karya seni yang ditampilkan dalam pameran Fiber Fice 2 merupakan barang-barang yang sudah tidak asing dalam kehidupan kita sehari-hari. Dari 89 karya yang di pamerkan mulai 3-11 Januari tersebut, kain batik menjadi barang seni yang mendominasi. “peserta tidak hanya dari sejumlah daerah di Indonesia, namun juga dari Amerika, Australia, dan jerman.


Tahun ini, pameran angkat seni batik yang makin beragam. Ada komunitas batik ibu-ibu pembatik di Imogiri, serta teknik Biboki dari wilayah timur Indonesia. Keduanya mencerminkan semangat membangun kembali harga diri dan kemandirian dusun-dusun kecil di Indonesia yang masih tertinggal. Ada juga batik berupa wajah seni Aborigin yang di angkat oleh Ernabela dan Brigitte willach dari Jerman


“Kami mengharap pameran ini bisa menjadi ruang pertemuan kreatifitas dari berbagai belahan dunia, terutama dengan batik yang bisa di kembangkan dalam banyak ragam kesenian,” pungkas Priyadi.

 

"Sweet Lolly" karya Tiarma Sirait dari Bandung dalam pameran Fiber Face 2 Yogyakarta 2009 (doc. ivaa)

   

 

 

Copyright © 2007Babaran Segaragunung